Minggu, 07 Juli 2013

Tugas ke-4 Bahasa Indonesia 2

Penyesuaian Tata Bahasa Indonesia sesuai dengan Ranah Penggunaannya

Tugas ke-4 Bahasa Indonesia 2
Membuat sebuah artikel argumentatif dengan topik "Berbahasa Sesuai dengan Ranah Pemakaiannya"
Nama : Andi Sareat Managara
NPM : 10110694
Kelas : 3KA22
Dengan mengacu fungsi-fungsi BI sebagai bahasa negara di atas, bahasa yang
berfungsi dalam penulisan naskah dinas adalah BI yang baik dan benar. Pengertian BI yang baik dan benar tidak dapat dipisahkan; keduanya ibarat sisi mata uang; BI adalah ragam BI yang sesuai dengan tuntutan konteks dan situasi komunikasi (keperluan/ kepentingan komunikasi); BI yang benar adalah yang sesuai dengan sistem/kaidah bahasa yang baku. Dalam perwujudannya, pemakaian bahasa baku itu tampak pada aspek berikut:
(1) ketepatan gramatika (ketatabahasaan):
(a) ketepatan struktur kalimat;
(b) ketepatan pembentukan kata;
(2) kecermatan pilihan kata:
(a) penggunaan kata yang tepat;
(b) menghindarkan unsur yang mubazir;
(3) ketepatan makna;
(4) ketepatan penulisan (pemakaian/penerapan kaidah EYD).

Keadaan Kebahasaan di Indonesia dan Kendalanya
Dengan kedudukan bahasa Indonesia yang istimewa, yaitu sebagai bahasa
nasional dan bahasa negara, warga masyarakat Indonesia, baik secara perseorangan (individual) maupun secara kemasyarakatan (sosietal), merupakan warga masyarakat yang bilingual/multilingual. Selain itu, jika dipandang dari pembedaan fungsi-fungsi bahasa tertentu dalam masyarakat, masyarakat Indonesia juga tergolong ke dalam yang disebut masyarakat diglosik dengan bahasa Indonesia sebagai “variasi tinggi” dan bahasa daerah sebagai “variasi rendah” karena secara resmi dan umum, BI dipakai dalam situasi formal dan umum oleh penutur antarbahasa daerah, dan bahasa daerah dipakai dalam situasi interaksi penutur dalam suatu bahasa daerah.

Berbahasa di dalam masyarakat bilingual/multilingual menyangkut pemakaian dua atau lebih bahasa atau variasi bahasa secara bergantian oleh penutur yang sama; penutur ini disebut bilingual/multilingual. Kesanggupan atau kemampuan seseorang berdwibahasa/menggunakan dua bahasa atau lebih disebut bilingualitas. Kontak yang intensif antara dua bahasa atau lebih di dalam situasi yang bilingual/multilingual seperti dalam masyarakat Indonesia cenderung mengakibatkan timbulnya gejala alih kode (code-switching), campur kode (code-mixing), dan interferensi (interference). Dengan kata lain, ketiga gejala tersebut merupakan gejala yang lazim terjadi sebagai produk bilingualisme/multilingualisme, termasuk di Indonesia

Alih kode adalah penggunaan dua bahasa atau variasi bahasa secara berganti-ganti di dalam wacana yang sama. Ini berarti bahwa si pembicara/bilingual itu beralih dari perangkat sistem bahasa yang satu ke perangkat sistem bahasa yang lain, seperti dari BI ke BD atau ke BA; dapat juga dari ragam formal ke ragam santai atau dari satu dialek ke dialek lainnya. Dengan kata lain, penutur yang menggunakan alih kode itu merupakan seorang bilingual tinggi (imbang). Alih kode terjadi karena dorongan psikologis serta faktor sosial dan situasional, seperti tuntutan suasana tutur, misalnya emosional, ingin berpamer/prestise, atau karena identitas dan hubungan interlokutor, misalnya sama etniknya, atau karena seting/domain peristiwa tutur dan topik pembicaraan dari yang resmi ke takresmi; dari topik kedinasan ke topik umum, atau sebaliknya. Bentuk linguistiknya bisa terjadi dalam tataran intra- dan antarkalimat; dalam intrakalimat alih kode itu berupa frasa atau klausa; dalam antarkalimat berupa kalimat.

Campur kode berbeda dari alih kode; campur kode adalah pengambilan elemen secara tetap dari bahasa lain ke dalam bahasa yang sedang dipakai karena tidak ada elemen yang tepat dalam bahasa yang dipakainya itu. Dengan kata lain, elemen yang diambil itu milik sistem yang berbeda. Motivasinya adalah motivasi linguistik dan hasrat untuk menjelaskan/interpretasi semata; tidak didorong/tidak dipengaruhi oleh faktor situasional. Bentuk linguistik campur kode yang paling tinggi, khususnya di Indonesia, berupa leksikalisasi/terminologi. Di India terdapat campur/pembauran kode antara bilingual Hindu dan Inggris yang disebut Hinglish; di Filipina pembauran antara bahasa Tagalog dan bahasa Inggris yang disebut Taglish atau hula-hula atau mix-mix; di Hongkong pembauran antara bahasa Cina dan Inggris yang disebut Cinglish; di Malaysia pembauran kode antara bahasa Melayu dan Inggris yang disebut campur bahasa/language mixture. Di Indonesia campur kode BI, BD, atau BA disebut bahasa gado-gado atau Indoenglish.

Interferensi (pengacauan) terjadi sebagai akibat dari adanya kontak yang intensif antara dua bahasa atau lebih di dalam situasi yang bilingual/ multilingual, yaitu perubahan bentuk bahasa sebagai akibat dari penerapan dua buah sistem bahasa yang berbeda secara serempak pada seorang bilingual/multilingual. Inteferensi terjadi pada semua tingkat unsur bahasa: pada tata ucap, tata bentuk kata, tata kalimat, atau tata arti kata. Timbulnya ragam bahasa takresmi dapat dikatakan sebagai akibat interferensi ini. Gejala ini tidak menguntungkan bagi perkembangan BI karena mengacaukan norma BI.

Setakat ini amat terasa bahwa keadaan kebahasaan di negara kita yang bilingual/multilingual dan diglosik ini cenderung takstabil. Kenyataan menunjukkan bahwa fungsi bahasa-bahasa yang ada di Indonesia ini sudah saling berebut ranah penggunaan. Keadaan ini disebut sebagai kebocoran atau ketirisan diglosia. Sebenarnya, adanya dua bahasa atau lebih di dalam masyarakat tidak harus menimbulkan persaingan atau tidak perlu dipersaingkan oleh penutur, baik untuk dipakai maupun untuk dipelajari. Akan tetapi, kenyataan memperlihatkan bahwa bahasa Melayu, khususnya Melayu Betawi/dialek Jakarta dan BI takresmi/ragam atau bahasa gaul, yang tergolong ke dalam ragam rendah itu, kini cenderung mengambil alih ranah-ranah pemakaian bahasa Indonesia ragam tinggi, seperti di ranah pekerjaan, sekolah/kampus, radio, televisi, atau media yang lain. Dengan kata lain, bilingualisame/multilingualisme itu sendiri sudah menjadi permasalahan utama dalam penggunaan bahasa.

Sebagaimana diketahui, berkomunikasi dengan bahasa dalam masyarakat yang amat heterogen (multietnik, multikultur, multibahasa/bilingual/multilingual, dsb.) seperti Indonesia ini, sekurang-kurangnya, menuntut hadirnya unsur-unsur komunikasi yang lain, seperti partisipannya (komunikan/komunikatornya): siapa berbicara, kepada siapa/lawan bicara (dengan identitasnya yang jelas, seperti status dan peran, lapisan sosial, usia, pendidikan, pangkat/jabatan, gender, etnisitas), tentang apa (topik pembicaraan: derajat keresmiannya), di mana, dan dengan bahasa yang mana (BI resmi/takresmi, bahasa asing/BA, ataukah bahasa daerah/BD).

Kenyataan juga menunjukkan bahwa unsur-unsur komunikasi dikemukakan di atas menjadi kendala yang menentukan penggunaan/pemilihan bahasa dalam naskah dinas, khususnya surat dinas. Contoh yang paling sederhana (yang ternyata tidak sederhana) adalah penggunaan kata penyapa yang tidak mustahil menuntut kernyitan dahi konseptor karena terpikir akan tepat atau tidaknya, santun atau tidaknya atas pilihannya. Tidak jarang (karena tidak mau pusing) konseptor memborong semua kata penyapa yang lazim digunakan, seperti Bpk/Ibu/Sdr./-i, dan dengan tanpa beban, surat itu ditandatangani oleh si pengirimnya; ia pun tidak peduli siapa yang dikirimi surat itu sekalipun pokok suratnya menyatakan permintaan bantuan. Padahal, menurut tata bahasa baku, BI tidak membedakan gender/jenis kelamin melalui perubahan -a menjadi –i , seperti Saudara dan Saudari, analog dari kata dewa-dewi (dari bahasa Sanskerta). Dengan kata lain, kita tidak mengembangkan sistem pemarkah gender melalui perubahan huruf –a menjadi –i.
Contoh lainnya adalah bahwa berkomunikasi dengan BI. dalam aneka jenis naskah dinas ternyata menuntut unsur kebahasaan yang tidak sama benar: struktur kalimat pada alinea pembuka, alinea isi, atau alinea penutup surat untuk jenis naskah dinas korespondensi, seperti surat permohonan/permintaan, surat pemberitahuan, dan surat pernyataan atau surat penjelasan tidak sama benar. Demikian pula tuntutan kebahasaan untuk komunikasi dengan jenis naskah dinas arahan, seperti surat pengaturan, penetapan, atau penugasan; unsur-unsur ketatabahasaan, khususnya variasi kalimatnya serta pemilihan kata/diksinya, tidak sama benar.

Kamis, 02 Mei 2013

Tugas Bahasa Indonesia 2 (1) Edisi


Prosody Model Analysis of Bahasa Indonesia Speech Synthesizer
Using Speech Filing System





      1 Pendahuluan


  Aplikasi speech synthesis, dan speech recognition merupakan aplikasi yang digunakan untuk membentuk teks menjadi suara atau sebaliknya. Aplikasi  ini sekarang sedang berkembang karena dapat membantu mempermudah berkomunikasi, khususnya untuk kalangan tunanetra. Speech synthesis atau lebih di kenal dengan text to speech sudah tersedia dalam berbagai bahasa. Aplikasi pesintesa suara dalam Bahasa Indonesia telah tersedia, dimana aplikasi ini sering dikenal dengan nama TTS Indo yang dikembangkan oleh Arry Akhmad Arman [2]. TTS Indo menggunakan teknik diphone concatenative yaitu suatu teknik dimana segmen-segmen suara dalam bentuk diphone sudah direkam sebelumnya berdasarkan pada kaidah-kaidah yang berlaku dalam suatu bahasa [3]. Suatu teks akan disintesa menjadi suara berdasarkan pada gabungan dari diphone-diphone penyusun pada teks tersebut. Untuk memperoleh hasil suara yang alami, maka perlu diseleksi (dipilih) diphone mana yang tepat untuk digabungkan. Keluaran suara TTS Indo yang ada saat ini sudah cukup baik, namun untuk kalimat-kalimat tertentu seperti dalam bentuk kalimat pertanyaan atau kalimat perintah keluaran suaranya masih belum menunjukkan intonasi dari kalimat tersebut. Dalam linguistik, prosodi (dari bahasa Yunani, prosoida) adalah ritme, tekanan, dan intonasi yang terhubung (lebih kecil dibandingkan dengan elemen seperti syllables atau kata) ketika bicara [11]. Prosodi mungkin mencerminkan berbagai jenis pembicara atau ucapan atau emosional, dimana ucapan adalah pernyataan, atau perintah yang menunjukkan penekanan, kontras, dan fokus apakah pembicara sedang sedih atau marah; atau unsur-unsur
bahasa lain yang mungkin tidak dapat diartikan oleh tata bahasa atau kosa kata pilihan. Prosodi dalam bahasa indonesia sering dikenal dengan intonasi. Intonasi adalah alunan nada dalam melafazkan kata-kata atau kalimat. Intonasi dapat berupa lagu kalimat atau ketepatan penyajian tinggi rendahnya nada kalimat [7]. Rumusan masalah yang diangkat dari penelitian ini adalah bagaimana cara menganalisis intonasi kalimat
kalimat tersebut. Batasan masalah dalam analisis ini adalah menganalisa jenis kalimat bahasa indonesia
berdasarkan intonasi, untuk kalimat tanya yang menggunakan kata tanya (Siapa, Dimana, Kapan, Kenapa, Apa, Bagaimana), dan untuk setiap kalimat dibatasi 6 suku kata.Dan perangkat lunak yang digunakan untuk
penelian ini adalah Speech Filing System (SFS)[10].

   2 Metode Penelitian

   2.1 Perekaman Suara

Perekaman suara dilakukan untuk mendapatkan datavyang akan diperoses untuk dianalisis.
akan dimulai dengan pembuatan kalimat tanya, kemudian mempersiapkan perangkat rekaman untuk
merekam kalimat tersebut. Setelah mendapatan data rekaman, data di edit dan akhirnya data dianalisis.
Sebelum melakukan perekaman penulis harus menyediakan kalimat yang akan direkam. Kalimat yang akan
direkam merupakan kalimat tanya dengan menggunakan kata tanya yaitu Siapa, Dimana, Kapan, Mengapa,
Apa, Bagaimana. Dimana setiap kalimat terdiri dari 6 kata. Kalimat yang disediakan berjumlah
6 kata tanya yang terdiri dari 10 kalimat untuk setiap kata tanya. Dalam proses perekaman setiap kalimat
akan diulang sebanyak 20 kali, sehingga jumlah semua data rekaman adalah 1200 rekaman. Dan perekaman
ini dilakukan oleh seorang wanita yang berusia 26 tahun.Dan hasil perekaman terlihat pada gambar
2, yang menunjukkan bentuk pitch dengan durasi 2,4 detik.


   2.2 Analisis Data
Proses analisis data terdiri atas Analisis data berdasarkan waktu dan frekuensi, Perhitungan Delta,
Analisis delta, dan menghasilkan bentuk prosodi yang diinginkan. Proses tersebut dapat dilihat pada gambar
3 berikut ini. Untuk mendapatkan bentuk prosodi berdasarkan kata tanya , tahap analisis data dibagi
menjadi 2 tahap yaitu pertama berdasarkan kalimat dan selanjutnya berdasarkan kata.



  • Analisis data berdasarkan jarak dan waktu.
  • Perhitungan delta
  • Analisis delta
  • Bentuk Prosodi
Di atas merupakan peroses data.

    2.3 Menentukan titik sampel berdasarkan frekuensi(f)
Dalam proses penentuan titik sampel berdasarkan frekuensi, pertama akan dilakaukan analisisis untuk
setiap kata tanya dimana untuk setiap kata tanya berjumlah 200 data. Dari 200 data tersebut nilai
frekuensi yang paling sering muncul akan diambil sebagai sampel frekuensi untuk kata tanya tersebut.

  2.4 Menentukan titik sampel berdasarkan waktu (t)
Setelah mendapatkan nilai-nilai frekuensi yang mewakili kata tanya tersebut, maka selanjutnya
menentukan titik sampel berdasarkan waktu (t). Untuk menghasilkan nilai t maka jarak antar frekuensi
(d) akan dibagi dengan jumlah titik sample (n). Setelah nilai t dan d didapat maka selanjutnya akan diperoleh
nilai frekuensi berdasarkan waktu (t). Untuk mendapatkan nilai frekuensi terhadap t, perhatikan
nilai frekuensi pada gambar 4 di bawah. Gambar di bawah menujukan pola prosodi dari kalimat kapan
anda akan berangkat ke bali .Pada saat waktu menunjukkan nulai 0.05 diperoleh nilai frekuensi 241.

    2.5 Perhitungan Delta
Setelah selesai mendapatkan nilai frekuensi maka hal berikutnya adalah mencari nilai delta. Delta adalah
nilai mutlak selisih dari nilai frekuensi rata-rata dari data yang didapat dengan data yang terpilih. Dari
data-data yang telah didapat terdapat data-data yang tidak dapat diproses lebih lanjut dikarena terlalu jauh
nilainya dari nilai rata-rata. Untuk itu, maka terdapat data yang terpilih.

  3 Hasil Penelitian dan Pembahasan
Proses analisis data terdiri atas Analisis data berdasarkan waktu dan frekuensi, perhitungan Delta,
Analisis delta, sehingga menghasilkan bentuk prosodi yang diinginkan. untuk menentukan bentuk prosodi
dari sebuah kalimat adalah dengan menghitung banyaknya delta minimal yang dimiliki pada titik-titik
sampel berdasarkan waktu.

  4 Kesimpulan dan Saran
  4.1 Kesimpulan
Dari hasil yang diperoleh setelah dilakukan analisis prosodi kalimat tanya pada Bahasa Indonesia, dapat
disimpulkan bahwa untuk setiap kalimat yang menggunakan kata tanya dalam Bahasa Indonesia, memiliki
bentuk prosodi yang sama yaitu pada durasi 64ms (0.064 s) frekuensi awal tinggi dan semakin menurun
pada akhir durasi 3200 ms(3.2s).

4.2 Saran
Model prosodi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai database untuk membangkitkan aplikasi suara
speech syntesis, dimana dapat membangkitkan suara untuk kalimat tanya pada Bahasa Indonesia

Jumat, 15 Maret 2013

Membangun Analisis Sistem Informasi

 Andi Sareat Managara | 10110694 | 3KA22
Mata Kuliah:
Analisis&Perencanaan Sistem Informasi



Membangun Analisis Sistem Informasi


1. Perencanaan
orang bijak mengatakan untuk mencapai seribu langkah harus dimulai dengan satu langkah. Demikian juga dengan membangun sistem informasi, langkah pertama kita adalah membuat perencanaan(planning).
Perencanaan adalah membuat semua rencana yang berkaitan dengan proyek sistem informasi. kalau kita ingin membangun rumah maka kita akan melakukan perencanaan bagaimana pondasinya , bagaimana struktur bangunannya, mau memakai material apa saja, apa warna dindingnya, tak ketinggalakan pula merencanakan anggaran budget yang harus kita keluarkan.

2. Analisa
Setelah perencanaan selesai, langkah berikutnya adalah membuat analisa (analyst). Analisa adalah menganalisa workflow sistem informasi yang sedang berjalan dan mengindentifikasi apakah workflow telah efisien dan sesuai standar tertentu.
Analisa dilakukan oleh Business Processs Analyst (BPA) yang berpengalaman dan/atau memahami workflow sistem manajemen di area yang sedang dianalisa.

3. Desain
Setelah proses analisa selesai, selanjutnya adalah membuat desain (desgin). Desain adalah langkah yang sangat penting dalam siklus SDLC karena langkah ini menentukan fondasi sistem informasi. kesalahan dalam desain dapat menimbulkan hambatan bahkan kegagalan proyek.
Ada 2 jenis desain yang dibuat di langkah ini, yaitu desain proses bisnis dan desain pemrograman.
a. Desain Proses Bisnis
b. Desain Pemrograman
Desain pemrograman dilakukan oleh Sistem Analis (SA) yaitu membuat desain yang diperlukan untuk pemrograman berdasarkan desain proses bisnis yang telah dibuat oleh BPA. desain ini akan menjadi pedoman bagi programmer untuk menulis source code. Desain pemrograman meliputi :
1). Desain database

2). Desain Screen Layout

3). Desain Diagram Proses

4). Desain Report Layout

4. Pengembangan
Pekerjaan yang dilakukan di tahap pengembangan (development) adalah pemrograman. Pemrograman adalah pekerjaan menulis program komputer dengan bahasa pemrograman berdasarkan algoritma dan logika tertentu. orangnya disebut Programmer.

5. Testing
Tak ada gading yang tak retak, sebuah peribahasa yang berarti tidak ada yang sempurna di dunia ini.Hal ini berlaku juga pada sistem informasi buatan manusia. oleh sebab itu, perlu suatu proses untuk menguji mutu sistem informasi . proses ini lazim disebut testing.
Testing adalah proses yang dibuat sedemikian rupa untuk mengidentifikasi ketidaksesuaian hasil sebuah sistem informasi dengan hasil yang diharapkan.

6. Implementasi
Implementasi adalah proses untuk menerapkan sistem informasi yang telah dibangun agar user menggunakannya menggantikan sistem informasi yang lama.
Proses Implementasi :
a. Memberitahu user

b. Melatih user

c. Memasang sistem (install system)

d. Entri/Konversi data

e. Siapkan user ID

7. Pengoperasian dan Pemeliharaan
Langkah Paling akhir adalah pengoperasian dan pemeliharaan.  selama sistem informasi beroperasi, terdapat beberapa pekerjaa rutin yang perlu dilakukan terhadap sistem informasi, antara lain :
a. System Maintenance




b. Backup & Recovery

c. Data Archive





Kamis, 17 Januari 2013

Tugas Bahasa Indonesia 4 (Terakhir)


Tugas :

1. Susun kerangka karangan atau outline berdasarkan topik yang telah ditentukan masing-masing (sesuai dengan bidang kajian bidang Sistem Informasi). ?
Outline
Ide          : Penggunaan Yahoo Messenger
Topik       : Dampak Yahoo Messenger
Tema       : Pergaulan
Judul       : Penggunaannya Yahoo Messenger
         1. Kerangka :
-Pembuka/pendahuluan
    -Isi pembahasan
    -Penutup/kesimpulan

    2. Kembangkan outline tersebut dengan pemikiran yang sistematis, kelogisan, dan relevansi serta terpusat pada tema yang ditentukan. ?
    3. Outline dikembangkan dengan singkat, jelas, dan menggunakan kalimat efektif. Perhatikan letak kalimat utama, setiap paragraph hanya cukup 1 kalimat topik. ?
     
    Yahoo Messenger dan Penggunaannya

    Yahoo Messenger adalah aplikasi pesan instan dari Yahoo. Dengan menggunakan aplikasi ini kita dapat berinteraksi secara langsung dengan teman atau rekan bisnis. Penggunaan aplikasi ini sangat luas mulai dari interaksi sesama teman hingga di dunia bisnis. Banyak perusahaan besar menggunakan Yahoo Messenger sebagai media komunikasi dengan klien atau pelanggan mereka. Mungkin Anda pernah mengakses suatu halaman web dimana di website terdapat icon gambar Yahoo Messenger sebagai tanda bahwa mereka sedang online. Di Kalangan generasi muda, Yahoo Messenger banyak digunakan untuk menyapa antara teman yang satu dengan yang lainnya, mengirim SMS ke ponsel secara gratis, berbicara dengan bertatap muka (telepon video), mengirim file, chatting dengan teman facebook dan masih banyak lagi keunggulan lainnya.

    Yahoo messenger terdiri atas 3 tipe yakni Yahoo messenger versi web, Yahoo Messenger versi dekstop dan Yahoo messenger versi mobile. Untuk menggunakan layanan Yahoo Messenger ini, Anda harus memiliki akun Yahoo atau email yahoo dahulu, jika belum memiliki akun Yahoo, baca artikel sebelumnya cara mendaftar email di Yahoo Mail.

    1. Yahoo Messenger Versi Web
    Yahoo messenger versi web terpadu dengan layanan Yahoo Mail. Untuk menggunakan Yahoo Messenger versi web, silahkan login ke Yahoo Mail, untuk Yahoo Indonesia, kunjungi mail.yahoo.co.id lalu masukkan Username dan Password Anda.

    2. Yahoo Messenger versi Dekstop
    Yahoo messenger versi dekstop adalah aplikasi yahoo messenger yang diinstal di komputer. Anda dapat mengunduh programnya di: http://id.messenger.yahoo.com/download/.Pada saat artikel ini ditulis, aplikasi Yahoo messenger yang tersedia adalah Yahoo Messenger 11.5 yang sudah mendukung chatting dan berbagi dengan teman facebook Anda.

    3. Yahoo Messenger versi Mobile
    Yahoo messenger versi mobile terdiri dari:

    • Yahoo messenger untuk Android
    • Yahoo messenger untuk Blackberry, untuk mengunduhnya kunjungi http://blackberry.com/yahoo/messenger dari brower perangkat Blackberry Anda.
    • Yahoo messenger untuk IPhone
    • Yahoo messenger untuk ponsel lainnya, untuk mengunduhnya Anda dapat mengunjungi http://getjar.com/yahoo-messenger dari browser ponsel Anda.

          

    Tugas Bahasa Indonesia 3

     
    Ø  Muhammad Andriyan                                                     NPM : 14110555
    Ø  Ahamd Fitrihono                                                            NPM : 10110379
    Ø  Andi Sareat                                                                   NPM : 10110694


    1. Apa yang pertama kali ada di layar monitor ketika menggunakan perangkat lunak sistem disebut antarmuka pengguna (user interface), yakni layar tampilan yang bisa dikontrol dan berfungsi sebagai jembatan bagi Anda untuk berkomunikasi atau berinteraksi dengan komputer. Seperti halnya dashboard yang terdapat di mobil, antarmuka inilah yang memberi tahu Anda mengenai apa yang sedang terjadi serta memiliki tombol dan switch untuk mengakomodasi keinginan Anda. Dari layar tersebut, Anda bisa memilih program aplikasi yang ingin dijalankan atau file data yang hendak dibuka.

    2. Scanner atau scanner optic menggunakan alat sensor cahaya (optic)untuk menerjemahkan teks, gambar, foto, dan semacamnya ke dalam bentuk digital. Gambar tersebut kemudian bias diproses oleh computer, ditampilkan di monitor, disimpan pada alat penyimpan, atau ditransmisikan ke computer lain. Scanner telah menjadi awal dunia industry baru yakni electronic imaging , integrasi, dan manipulasi gambar yang dikontrol oleh perangkat lunak dengan menggunakan scanner, kamera digital, dan computer grafis yang canggih.

    Tugas :
    1. Tentukan ragam artikel di atas ?
    Ragam bahasa merupakan salah satu ragam bahasa yang diterima untuk dipakai dalam situasi resmi atau formal baik lisan ataupun tulis yang pada umumnya mengacu pada bahasa orang terdidik atau terpelajar.
    Jadi, ragam bahasa pada artikel di atas adalah ragam bahasa baku atau resmi, karena pilihan katanya banyak yang sudah baku. 
    2. Cari diksi (pilihan kata) dalam bidang sitem informasi yang ditemukan pada artikel tersebut dan jelaskan secara definitif. ?
    Dari artikel di atas diksi (pilihan kata) beserta definitif (pengertian) yaitu :
    • Dashboard adalah sebuah visualisasi sederhana tentang indikator. Indikator inilah yang diukur kedalam sebuah satuan yang divisualisasikan dalam sebuah bentuk gambar atau angka. 
    • Perangkat lunak sistem = antarmuka pengguna (persamaan kata). Pengertian (definitif) yaitu layar tampilan yang bisa dikontrol dan berfungsi sebagai jembatan bagi Anda untuk berkomunikasi atau berinteraksi dengan komputer (Pilihan kata dan definitif berada pada artikel). 
    • Scanner adalah Pemindai, merupakan suatu alat yang digunakan untuk memindai suatu bentuk maupun sifat benda, seperti dokumen, foto, gelombang, suhu dan lain-lain.
    • Transmisi adalah media yang menghubungkan antara pengirim dan penerima informasi (data), karena jarak yang jauh, maka data terlebih dahulu diubah menjadi kode/isyarat, dan isyarat inilah yang akan dimanipulasi dengan berbagai macam cara untuk diubah kembali menjadi data.
    • Komputer grafis adalah bagian dari ilmu komputer yang berkaitan dengan pembuatan dan manipulasi gambar (visual) secara digital.
    • Perangkat lunak sistem = antarmuka pengguna (persamaan kata). Pengertian (definitif) yaitu layar tampilan yang bisa dikontrol dan berfungsi sebagai jembatan bagi Anda untuk berkomunikasi atau berinteraksi dengan komputer (Pilihan kata dan definitif berada pada artikel). 
    • Integrasi adalah kesempurnaan atau keseluruhan .
    3. Temukan kesalahan penalaran, penulisan, dan efektivitas kalimat (gramatikal kalimat) (jika ada) dan lakukan perbaikan pada kalimat tersebut. ?
    •  Di awal kalimat ya itu kalimat "Apa yang" seharusnya tidak ada, karena itu merupakan kalimat tanya sehingga  kurang tepat untuk sebuah artikel.
    • Bias seharusnya bias.
    • Computer seharusnya Komputer.
    • Industry seharusnya industri.
    • Scanner atau scanner optic menggunakan alat sensor cahaya (optic) untuk menerjemahkan teks, gambar, foto, dan semacamnya ke dalam bentuk digital. Kata “ke” adalah adanya kata depan yang tidak perlu dituliskan.  
    4. Temukan kalimat topik dalam artikel di atas dan kembangkan opini kalian dengan topik tersebut.?
    Paragraph 1 : Topiknya mengenai Perangkat Lunak Sistem
    Opini:
    Menurut kami, desain antarmuka pengguna atau user interface harus  di desain semenarik mungkin agar banyak minat pengguna atau pengunjung.
    Paragrph 2 : Topiknya mengenai Scanner.
    Opini:
    Menurut kami, adanya scanner  dapat mempermudahnya akses pengiriman suatu file , untuk pengiriman data penting yang jaraknya lumayan jauh .


    Sabtu, 10 November 2012

    Bahasa Indonesia 1 Tugas I


    TUGAS I SOFTSKILL BAHASA INDONESIA
    Nama :
    Ø  Muhammad Andriyan                                                    NPM : 14110555
    Ø  Ahamd Fitrihono                                                           NPM : 10110379
    Ø  Andi Sareat                                                                  NPM : 10110694

    Tugas :
    Cari artikel ( semi ilmiah atau ilmiah ) yang membahas tentang bidang kebahasan dalam system Informasi. Temukan artikel tersebut, setelah itu kalian harus mengerjakan beberapa tugas, yaitu :
    1.       Tentukan diksi ( pilihan kata ) dan analisis diksi tersebut.
    2.       Kalian buat opini atau pendapat tentang kelebihan dan kekurangan artikel tersebut, berdasarkan kaliamat yang digunakan, tema, susunan kalimat, alenia, dan jika memungkinkan kembangkan pendapat kalian tentang kelemahan atau kelebihan artikel tersebut.
    Jawab :
    Ø  Pendahuluan
    Judul artikel : Penggerukan Pasir di Kali Code Aman
    Diksi , dalam arti aslinya dan pertama, merujuk pada pemilihan kata dan gaya ekspresi oleh penulis atau pembicara.[rujukan?] Arti Kedua, arti  “diksi” yang lebih umum digambarkan dengan enunsiasi kata – seni berbicara jelas sehingga setiap kata dapat didengar dan dipahami hingga kompleksitas dan ekstrimitas terjauhnya. Arti kedua ini membicarakan pengucapan dan intonasi, daripada pemilihan kata dan gaya.
    Diksi memiliki beberapa bagian : pendaftaran – kata formal atau informal dalam konteks social – adalah yang utama. Analisis diksi secara literal menemukan bagaimana satu kalimat menghasilkan intonasi dan karakterisasi, contohnya penggunaan kata - kata yang berhubungan dengan gerakan fisik menggambarkan karakter aktif, sementara penggunaan kata - kata yang berhubungan dengan pemikiran menggambarkan karakter yang introspektif. Diksi juga memiliki dampak terhadap pemilihan kata dan sintaks.


    Ø  Diksi

    Dari Segi Judul Pada judul tersebut harus mencantumkan pasir tersebut di keruk karena menggandung belerang, Cotohnya : Pengerukan Pasir Yang Mengandung Belerang di Kali Code. Maksudnya supaya dari judul berita tersebut lebih jelas dan maksud tujuan berita tersebut.
    Beberapa penggunaan kata ”kali”, kami juga rasa kurang apabila disesuaikan dengan keadaan yang digambarkan seharusnya, seperti contoh :
    a)      Sebanyak tujuh backhoe dikerahkan untuk mengeruk pasir yang mendangkalkan Kali Code, Yogyakarta akibat adanya lahar dingin dari Gunung Merapi.
    b)      “Peralatan backhoe ini akan disiagakan untuk membantu pengerukan Kali Code selama sepuluh hari,"
    c)      Menurut dia, pendangkalan Sungai Code tersebut harus diantisipasi dengan cara pengerukan agar saat terjadi banjir lahar dingin kiriman dari Kali Boyong yang menjadi hulu Kali Code
    d)      Dll.

    Ø  Analisis Diksi

    Analisis kata kali : Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, pengertian kata “adalah”  ialah:

    a)       ka·li [1] n 1 kata untuk menyatakan kekerapan tindakan: dl satu minggu ini, dia sudah empat -- datang ke rumahku;
     2 kata untuk menyatakan kelipatan atau perbandingan (ukuran, harga, dsb): harga barang kebutuhan pokok pd tahun ini dua -- lebih mahal dp harga pd tahun yg lalu;
    3 kata untuk menyatakan salah satu waktu terjadinya peristiwa yg merupakan bagian dr rangkaian peristiwa yg pernah dan masih akan terus terjadi: untuk -- ini ia kena batunya;
    4 kata untuk menyatakan perbanyakan atau pergandaan: dua -- dua sama dng empat;

    b)       ber·ka-li-ka·li adv beberapa kali; berulang-ulang; kerap kali: ia sudah ~ dipanggil, tetapi tidak menyahut;

    c)       me·nga·li·kan v memperbanyakkan (dng): jangan salah ~ sebab akan mempengaruhi perhitungan yg lain;

    d)       ka·li-ka·li·an n hitungan perbanyakan (hasil kali);

    e)       mem·per·ka·li·kan v mengalikan;

    f)        pe·nga·li n bilangan yg dipakai untuk memperbanyak;

    g)       per·ka·li·an n 1 perbanyakan; 2 hasil kali;
    h)       se·ka·li n satu kali: baru ~ saya berkunjung ke rumahnya;~ pukul sekali berbuat (bertindak dsb) sehingga ...: dng ~ pukul, robohlah jagoan itu;

    i)         se·ka·li-ka·li adv sama sekali; sedikit pun (tidak, jangan): ~ ia tidak memikirkan keluarganya;

    j)         se·ka·li-se·ka·li adv kadang-kadang; tidak kerap; tidak sering; tidak selalu: dia hanya ~ saja datang kemari (tidak setiap hari);

    k)       se·se·ka·li adv sekali-sekali;

    Seharusnya bisa juga menggunakan kata “Sungai”
    a)       su·ngai n aliran air yg besar (biasanya buatan alam); kali: -- itu dapat dilayari sampai ke pedalaman;

    b)       -- bawah tanah aliran air yg mengalir melalui ruang-antara yg sangat besar, spt gua yg bersambungan;

    c)       -- lenyap sungai permukaan yg menghilang ke bawah tanah, spt melalui lubang terlangah dan yg memasuki aliran bawah tanah;

    d)       -- malar Hid sungai yg mengalir terus-menerus sepanjang tahun;

    e)       -- menahun sungai malar;

    f)        -- merugi Hid sungai yg menyumbangkan air ke air tanah melalui peresapan;

    ke -- 1 menuju sungai; 2 cak buang air besar (biasanya di sungai);- sambil mandi, pb sekali bekerja dua tiga pekerjaan terselesaikan.

    Ø  II.Pendapat, Kekurangan dan Kelebihan
    Pendapat.
    Kelompok kami berpendapat setuju untuk di lakukannya Pengerukan  Pasir di Kali Code Aman, karena bias mencegah banjir dan tidak meluap ke pemungkiman warga  di sekitar Kali Code Aman tersebut.

    Kekurangan.
    Kecenderungan kondisi air sumur warga yang berada di sepanjang Kali Code selama satu pekan, untuk melihat perkembangan tingkat kekeruhan, keasaman, kandungan nitrat, sulfat dan seng.

    Kelebihan.
    Pendangkalan Sungai Code tersebut harus diantisipasi dengan cara pengerukan agar saat terjadi banjir lahar dingin kiriman dari Kali Boyong yang menjadi hulu Kali Code, sungai di Kota Yogyakarta tersebut mampu menampung limpahan material tersebut dan tidak meluap ke permukiman warga yang berada di bantaran sungai.

    Rabu, 07 November 2012

    Bahasa Indonesia 1 Tugas II



    • Aunthetication
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) :authoritarian
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : otentik
    • Backup
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) : salinan
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : cadangan
    • Bandwith
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) : banyak data yang di lewatkan dalam sebuah komunikasi data
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : lebar pita
    • BluePrint
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) : sebuah rancangan atau desain
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) :  rancangan bangun
    • Boot
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) :sebuah muatan
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : muatan
    • Booting
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) : proses
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) :  pembuatan/memuat
    • Broadcast
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) : penyiaran
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : siaran
    • Bug
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) : celah kesalahan
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : kesalahan
    • Built in
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) : sudah termasuk
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : tersedia 
    • Chip
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) : keping
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : keping
    • Client
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) : klien
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : klien 
    • Coding
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) : pemberian kode
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : pengodean
    • Compiler
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) : penyusunan
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : penyusun
    • Console
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) : konsol
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : terminal
    • Database
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) : pangkalan data
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : basis data
    • Delay
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) :menunda
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : jeda
    • Developer
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) :sebuah perusahaan yang membuat software
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) :  pengembang
    • Download
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) : pengambilan file melalui jaringan
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : unduh
    • Driver
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) :perangkat lunak yang memungkinkan sebuah komputer untuk berkomunikasi dengan prangkat keras yang terhubung
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : penggerak
    • e-Commerce
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) : perdagangan online
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : e-komersial
    • e-Mail
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) : surat menyurat melalui internet
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : surat elektronik
    • e-Mail Address
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) : alamat surat elektronik
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : alamat email
    • Error
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) : terdapat suatu kesalahan
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : galat
    • File
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) : data yang disimpan
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : berkas
    • Firewall
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) : perangkat lunak yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang di anggap aman untuk bisa melaluinya
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : pengaman
    • Folder
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) : memuat file file tersebut kedalam wadah
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : pelipat
    • Font
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) : bentuk,model dan ukuran huruf
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : fonta
    • Freeware
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) : software yang di distribusikan gratis
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : prangkat lunak gratis 
    • Hacker
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) : keahlian pada bidang-bidang tertentu seperti system operasi atau sebuah aplikasi
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : peretas
    • Harddisk
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) : komponen prangkat keras yang menyimpan data sekunder
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) :  cakram keras
    • Hardware
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) : elemen dari sistem komputer
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : perangkat keras 
    • Installer
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) : piranti untuk mengisi program
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : penginstal 
    • Interface
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) : tampilan dari sebuah program
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : antar muka
    • Keyboard
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) : papan ketik
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : papan tombol
    • Loading
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) : menunggu pemuatan data sampai suatu program berjalan
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : memuat 
    • Master Plan
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) : suatu rencana jangka panjang dalam suatu pengembangan
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : rencana induk
    • Node
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) : sebuah titik persambungan
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : titik 
    • Optical Mouse
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) : mouse yang menggunakan sensor cahaya dan optik
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : mouse optik
    • Recovery
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemahan) : proses pengembalikan data pada tempat atau semula
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : memulihkan
    • Scanner
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemaham) : alat pemindah tempat
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : pemindai
    • Web Browser
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemaham) : program komputer yang di gunakan untuk menampilkan kode html
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : penambahan wanua
    • Wireless
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemaham) : koneksi suatu prangkat dengan prangkat lainnya tanpa menggunakan kabel
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : nirkabel
    • Workstation
      • Istiah  yang dianjurkan (penerjemaham) : perangkat keras yang digunakan untuk menerima layanan da menerima dari server dalam suatu jaringan
      • Istilah yang dianjurkan (penyerapan) : anjungan kerja